MATERI JURNALISTIK SD/MI

Posted on 11 Maret 2009

0


 

MATERI DIKLAT JURNALISTIK DASAR

DISAMPAIKAN DI MI HIDAYATUT THOWALIB PARE

10 Maret 2009

OLEH : MAHMUDI

Mengenal Pers Dan Jurnalistik

Secara bahasa, Pers berarti media. Ditinjau diri bahasa Inggris press yaitu cetak. Apakah media itu hanya media cetak, seperti yang kita ketahui selama ini? Tentunya tidak. Pada awal kemunculannya media memang terbatas hanya pada media cetak. Seiring percepatan tekhnologi dan informasi, ragam media ini kemudian meluas. Muncul media elektronik: Audio, audio visual (pandang-dengar) sampai internet. Jadi pers adalah sarana atau wadah untuk menyiarkan produk-produk jurnalistik.

Sedang jurnalistik merupakan suatu aktifitas dalam menghasilkan berita maupun opini. Mulai dari perencanaan, peliputan dan penulisan yang hasilnya disiarkan pada public atau khalayak pembaca melalui media/pers. Dengan kata lain jurnalistik merupakan proses aktif untuk melahirkan berita.

Hasil dari proses jurnalistik yang kemudian menjadi teks yang dimuat di media, berupa berita.

Fungsi Pers

1. Menyampaikan informasi pada masya rakat

2. Bersifat mendidik (to educate); artinya berita yang disajikan sebagai sarana pendidikan

massa (mass education). Adapun isi dari media atau hal yang dimuat dalam media harus mengandung unsur pengetahuan bagi khalayak/pembaca.

3. Menghibur (to entertaint), ciri ini bisa kita lihat seperti yang ada di rubrik humor/karikatur

4. Mempengaruhi (control social); tidak dapat dipungkiri dalam kehidupan ini ada

kejanggalan-kejanggalan, baik langsung ataupun tidak langsung, berdampak pada kehidupan social. Pada fungsi ini media dimungkinkan menjadi control social, yang karena isi dari media sendiri bersifat mempengaruhi.

 

Apa Itu Berita?

Secara sederhana berita merupakan laporan seorang wartawan/jurnalis mengenai peristiwa/fakta. peristiwa/fakta apa yang layak dijadikan berita? Peristiwa yang penting dan menarik. Kemudian, seberapa penting dan menarikkah suatu peristiwa itu layak dijadikan berita? Maka untuk mempertimbangkan hal tersebut dibutuhkan nilai-nilai sebagai pertimbangan untuk menentukan suatu peristiwa itu layak dijadikan berita. Dalam jurnalistik nilai-nilai tersebut disebut dengan News Value (nilai berita).

 

Nilai-nilai Berita (News Value)

Secara umum berita menjadi menarik dan bernilai jika mengandung salah satu dari beberapa hal sebagai berikut:

1.   Bencana (Emergency), tiap manusia membutuhkan rasa aman. Dan setiap ancaman/bencana akan menggugah perhatian setiap orang.

2.   Konflik (Conflict), ancaman terhadap rasa aman yang ditimbulkan manusia. Konflik antar individu, kelompok maupun Negara tetap akan mengugah perhatian setiap orang.

3.   Kemashuran (Prominence), biasanya rasa ingin tahu terhadap seseorang yang menjadi Public figure cukup besar.

4.   Dampak (Impact), peristiwa yang memiliki dampak langsung dalam kehidupan khalayak/masyarakat.

5.   Unik, manusia cenderung ingin tahu tentang segala hal yang unik, aneh dan lucu. Hal-hal yang belum pernah atau tak bias ditemui dalam kehidupan sehari-hari dan menarik perhatian.

6.   Baru (Actual), suatu peristiwa yang baru terjadi akan memancing minat orang untuk mengetaui.

7.   Kontroversial, suatu peristiwa yang bersifat controversial akan menarik untuk diketahui karena mengandung kejanggalan.

8.     Human Interest, derita cenderung dijahui manusia, dan derita sesame cenderung menarik minat untuk mengetahui. Karena manusia menyukai suguhan informasi yang mengesek sisi kemanusiaan.

9.  Ketegangan (Suspense), sesuatu yang membuat manusia ingin mengetahui apa yang terjadi cenderung menarik minat, karena orang ingin tahu akhir dari peristiwa.

 

 

Unsur Berita

Berangkat dari pemikiran, bahwa pada umumnya manusia membutuhkan jawaban atas rasa ingin tahunya, ada enam hal untuk memperoleh jawaban tersebut. Maka materi berita digali melalui enam pokok unsur tersebut; meliputi apa (what), siapa (who), dimana (where), kapan (when), mengapa (why), bagaimana (how). Kemudian dikenal sebagai 5W+1H.

 

B. Membuat Berita

langkah-langkah dalam membuat/menulis berita

 

1. Perencanaan : Sebelum melakukan wawancara/turun lapangan seorang wartawan/pencari berita harus melakukan perencanaan secara matang supaya tidak terjadi kesalahan. Hal-hal yang perlu dipersiapkan diantaranya :

  1. Menentukan masalah yang akan diberitakan

  2. Menyusun pertanyaan

  3. Menentukan narasumber

  4. Memmpersiapkan : buku catatan, bolpoin, perekam (Tape Recorder), kamera dll.

 

2. Metode Penggalian Data/cara mencari berita

Wawancara

Wawancara dilakukan dalam kegiatan jurnalistik untuk memperoleh data, tanpa data adanya tidak mungkin bagi seorang wartawan/jurnalis bisa menulis berita.

Perlu diperhatikan bahwa wawancara bukanlah proses Tanya jawab “saya bertanya-anda menjawab” wawancara lebih luas dari proses tanya jawab.

Contoh : kenakalan pelajar SD/MI

  • apa yang disebut kenakalan

  • siapa yang dirugikan dari kenakalan anak-anak

  • di mana saja anak memampakkan perilaku nakal

  • kapan anak mulai cenderung nakal

  • mengapa anak SD/MI nakal

  • bagaimana perlakuan guru kepada anak nakal.

Semakin banyak pertanyaan semakin baik. Adapun narasumber bisa : siswa, guru, orang tua dll.

Tekhnik Wawancara

  • Memberi salam, dan memperkenalkan diri pada nara sumber

  • Menanyakan nama narasumber, umur, alamat, pekerjaan/jabatan

  • Mulailah dengan pertanyaan yang telah disusun, sebelumnya peralatan yang dibutuhkan sudah dipersiapkan (buku catatan, bolpoin, perekam (Tape Recorder), kamera dll)

  • Hindari perdebatan dengan nara sumner, dan jangan sok tau

  • Tanyakan kembali jika ada hal (jawaban) yang tidak dimengerti dari narasumber

  • Akhirilah wawancara dengan salam.

 

3.Menulis Berita

Dalam penulisan berita harus ada judul, pembukaan, isi yang akan disampaikan, penutup

Membuat Judul

Sebelum membaca isi berita pembaca cenderung membaca judulnya lebih awal. Ketika judul tidak menarik, pembaca akan enggan untuk membaca isinya.

Maka usahakan dalam membuat judul mudah dimengerti dengan sekali baca, juga menarik, sehingga mendorong pembaca mengetahui lebih lanjut isi berita. Tapi judul yang menarik belum tentu benar dalam kaidah penulisan judul. Pada dasarnya judul seharusnya mencerminkan isi berita. Contoh : Karna Sering Bertengkar Rudi Mendapat Perlakuan Istimewa, Mnehkan. Gagara Makan Bakso Nita Dihukum. Jarang Mengerjakan PR Dapat Juara dll.

 

b. Pembuatan Lead

lead merupakan paragraph awal dalam tulisan berita yang berfungsi sebagai kail sebelum masuk pada uraian dalam tulisan berita. Ada beberapa maca lead yang bisa digunakan dalam menulis berita:

  1. Lead ringkasan: Biasanya dipakai dalam penulisan “Berita keras”. Contoh : ini satu lagi peninggalan bekas Gubunur DKI Jaya Wijoyogo Atmodarminto : Pasar Regional Jatinegara (TEMPO,30 Januari 1993, “Komisi di Jatinegara”)

  2. Lead bercerita: Ini digemari oleh penulis cerita fiksi karena dapat mebarik dan membenamkan pembaca alur yang mengasikkan. Tekhniknya adalah membiarkan pembaca menjadi tokoh utama dalam cerita. Contoh : Hari itu, ada lima mayat yang hangus terpanggang. Sesosok mayat laki-laki dewasa dewasa dan tiga anaknya berserakan di sana-sini dengan tubuh rusak bekas dibantai. Pemandangan itu ditemukan penduduk di puing sebuah gubuk yang hangus terbakar. (TEMPO,25 Januari 1992, “Tragedi di Kebun Karet )

  3. Lead pertanyaan: Lead ini efektif apabila berhasil menantang pengetahuan pemabaca dalam mengenal permasalah yang diangkat. Contoh : Apa yang membuat sekelompok orang ngtot, menolak pindah, meski gubuk tempat mereka tingal dirayapi oleh air yang mengenang (TEMPO, 27 April 1991, “Kedungombo”).

  4. Lead menuding langsung: Biasanaya melibatkan langsung pembaca secara pribadi, rasa ingin tahu mereka sebagai manusia diusik oleh penudingan lead oleh penulis. Contaoh : Bila anda punya nama “Kodian” harap hati-hati. Saah-salah Anda kena cekal, tak boleh keluar negeri (TEMPO, 30 Januari 1993, “Gara-gara Nama sama”.)

  5. Lead Penggoda: Mengelabui pembaca dengan acara bergurau. Tujuan utamanya menggaet perhatian pembaca dan menuntunnya supaya pembaca habis cerita yang ditawarkan. Contoh : Angka yang ditungu-tunggu akhirnya datang juga : sekitar 50 (TEMPO, 4 Januari 1992,”Angka Misterius Santa Crus”).

  6. Lead Nyletuk: Lead yang menggunakan puisi, pantun, lagu atau yang lain. Tujuannya menarik pembaca agar menuntaskan cerita yang kita tawarkan. Contoh : Tak dududuktak. Duk (TEMPO, 5 Januari 1985 “ Mereka Bergerak, Selebihnya Silahkan Lihat”).

  7. Lead Deskriptif: Menciptakan gambaran dalam pikiran pembaca tentang seorang tokoh atau suatu kejadian, Lead ini banyak digemari wartawan ketka menulis feature profil pribadi. Contoh : Laksana tarian peri langit, asap membubung di atas Hotel Bali Beac yang membara terpanggang api (TEMPO.30 Januari 1993, “Akhirnya Legenda dan Sejumlah Misteri Bali”).

  8. Lead Kutipan: Lead yang mengutip perkataan, statement, teori dari orang terkenal. Contoh : “Tangkap Hidup atau mati” (TEMPO, 29 Januari 1994, “Hidup atau Mati:Gendut Dicari”).

  9. Lead Gabungan: Lead yang menggabungkan dua atau lebih macam lead yang sudah ada. Semisal lead kutipan digabung dengan lead deskriptif. Contoh : “Bukan salahku bahwa aku belum mati sekarang, “kata Fedel castro dengan senyum lucu (TEMPO, 7 Maret Mei 1994,”Castro, Revolusioner yang Belum Pensiun”).

c. Pembuatan Ending

Untuk menutup ending atau ending story, ada beberapa jenis:

  1. Penyegar: penutup yang biasanya diahiri kata-kata yang mengagetkan pembaca dan seolah-olah terlonjak

  2. Klimaks: penutup ini ditemukan pada cerita yang ditulis secara kronologis.

About these ads
Posted in: Uncategorized